Kamis, 07 November 2013

Nama ;M.Anas rosidi Nim ;11010005 Kelas;V-E
  1. Geopolitik Suriah dapat kita ketahui bahwa keadaan geografis dan politik di Suriah "bertolakbelakang ,Berada ditengah – tengah negara – negara penghasil minyak bumi dan gas alam yang diincar oleh negara adidaya dan adikuasa,karena Konflik yang terjadi di Suriah dapat dilihat dari perspektif internal dan persepektif external.

    Dalam perspektif internal, pergolakan demokrasi di Suriah tidak murni masalah demokrasi tetapi adalah perebutan kekuasan melalui upaya kekuatan militer oposisi Sunni yang didukung Qatar dan Arab Saudi serta AS dan sekutunya menghadapi Pemerintahan Bashar Al assad yang dukung Rusia, China, Iran dan Hezbollah serta Irak.

    Dalam perspektif external, negara-negara AS dan sekutunya menginginkan kejatuhan rezim Presiden Bashar al-Assad karena pergantian rezim akan sekaligus mendorong perubahan konstelasi politik internasional di Timur Tengah di mana akan terputusnya hubungan antara Suriah-Iran dan Suriah-Hezbollah sehingga kepentingan keamanan Israel akan lebih terjamin di Lebanon Selatan.

    Maka secara perlahan akan melemahkan kekuatan militer Hezbollah dan geopolitik Iran di Timur Tengah. Keadaan ini akan memudahkan Israel untuk menghancurkan kekuatan Hezbollah di Lebanon Selatan dan Hamas di Jalur Gaza serta akhirnya AS dan sekutunya Israel dapat menduduki Lebanon dan membentuk pemerintahan boneka di Lebanon dan Suriah.

  1. Dalam Hukum Humaniter di jelaskan, yang mana menurut Jus Ad Bellum :
    Dimana seharusnya suatu negara tidak boleh mempersenjatai masyarakat yang ingin melakukan revolusi penggulingan kedaulatan pemerintahan dan sistem pemerintahannya juga”. Tentunya melihat dari kacamata Jus Ad Bellum, dimana Sebuah Negara diijinkan untuk melakukan Angkat senjata dan melakukan perlawanan ke Negara lain diharuskan memiliki motif dan tentunya motif ini bukan motif pribadi sebuah Negara melainkan motif masyarakat dunia.