Nama ;M.Anas rosidi
Nim ;11010005
Kelas;V-E
Geopolitik Suriah dapat kita
ketahui bahwa keadaan geografis dan politik di Suriah
"bertolakbelakang ,Berada ditengah – tengah negara – negara
penghasil minyak bumi dan gas alam yang diincar oleh negara adidaya
dan adikuasa,karena Konflik yang terjadi di Suriah dapat dilihat
dari perspektif internal dan persepektif external.
Dalam
perspektif internal, pergolakan demokrasi di Suriah tidak murni
masalah demokrasi tetapi adalah perebutan kekuasan melalui upaya
kekuatan militer oposisi Sunni yang didukung Qatar dan Arab Saudi
serta AS dan sekutunya menghadapi Pemerintahan Bashar Al assad yang
dukung Rusia, China, Iran dan Hezbollah serta Irak.
Dalam
perspektif external, negara-negara AS dan sekutunya menginginkan
kejatuhan rezim Presiden Bashar al-Assad karena pergantian rezim
akan sekaligus mendorong perubahan konstelasi politik internasional
di Timur Tengah di mana akan terputusnya hubungan antara Suriah-Iran
dan Suriah-Hezbollah sehingga kepentingan keamanan Israel akan lebih
terjamin di Lebanon Selatan.
Maka secara perlahan akan
melemahkan kekuatan militer Hezbollah dan geopolitik Iran di Timur
Tengah. Keadaan ini akan memudahkan Israel untuk menghancurkan
kekuatan Hezbollah di Lebanon Selatan dan Hamas di Jalur Gaza serta
akhirnya AS dan sekutunya Israel dapat menduduki Lebanon dan
membentuk pemerintahan boneka di Lebanon dan Suriah.
Dalam Hukum Humaniter di jelaskan,
yang mana menurut Jus Ad Bellum :
Dimana seharusnya suatu negara
tidak boleh mempersenjatai masyarakat yang ingin melakukan revolusi
penggulingan kedaulatan pemerintahan dan sistem pemerintahannya
juga”. Tentunya melihat dari kacamata Jus Ad Bellum, dimana Sebuah
Negara diijinkan untuk melakukan Angkat senjata dan melakukan
perlawanan ke Negara lain diharuskan memiliki motif dan tentunya
motif ini bukan motif pribadi sebuah Negara melainkan motif
masyarakat dunia.